Penyakit Diabetes dan Jenisnya

Penyakit Diabetes atau yang biasa juga disebut oleh dokter sebagai diabetes mellitus, menggambarkan sekelompok penyakit metabolik di mana orang tersebut memiliki glukosa darah tinggi (gula darah), baik karena produksi insulin tidak memadai, atau karena sel-sel tubuh tidak merespons insulin secara tepat dan bisa juga keduanya.Penderita dengan gula darah tinggi biasanya selalu buang air kecil (poliuria), mereka akan menjadi semakin haus (polidipsia) dan lapar (polifagia).

Jenis-Jenis Diabetes

Ada 3 Jenis Diabetes Yaitu :

1) Diabetes tipe I

Pada Diabetes Type 1 Tubuh tidak memproduksi insulin. Diabetes Type 1 biasanya berkembang diawal masa dewasa atau remaja sebelum berumur 40 tahun. Beberapa orang dapat merujuk kepada jenis ini sebagai – insulin dependent diabetes, juvenile diabetes atau diabetes awal-awal.Dari semua kasus diabetes sekitar 10 persen adalah penderita diabetes tipe 1. Diabetes tipe 1 hampir sama dengan diabetes type 2.

Pasien dengan diabetes tipe 1 disarankan untuk melakukan suntikan insulin disisa hidupnya. Di samping itu, merek juga harus memastikan tingkat glukosa darah yang tepat dengan melakukan tes darah dan mengikuti diet khusus.

Obat Diabetes

Pengobatan Diabetes

2) Diabetes Tipe 2

Pada Diabetes Tipe 2 Tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk fungsi yang tepat, atau sel dalam tubuh tidak bereaksi terhadap insulin.Dari Seluruh kasus diabetes di seluruh dunia, sekitar 90 persen adalah jenis ini.

Orang yang gemuk dan kelebihan berat badan berisiko lebih tinggi mengembang diabetes tipe 2.Kelebihan berat badan atau gemuk menyebabkan tubuh untuk melepaskan bahan kimia yang dapat menggangu kestabilan sistem kardiovaskular dan metabolisme tubuh.

Sebagian orang mungkin saja dapat mengendalikan gejala diabetes tipe 2 dengan mengikuti diet sehat, olahraga,menurunkan berat badan dan memantau kadar glucose darah mereka. Tetapi, diabetes tipe 2 biasanya adalah penyakit progresif(secara bertahap semakin buruk) dan pasien mungkin pada akhirnya harus mengkonsumsi insulin, biasanya dalam bentuk tablet.

Pada saat kita beranjak tua,Risiko mengembangkan diabetes tipe 2 juga lebih besar.Hal ini mungkin terjadi karena pada usia tua berat badan cenderung bertambah dan kurang aktif secara fisik. Laki-laki yang kadar testosteron rendah memiliki risiko lebih tinggi mengembangkan diabetes tipe 2.Ini berdasarkan dari penelitian Para peneliti dari University of Edinburgh, Skotlandia, yang mengatakan bahwa kadar testosteron rendah dikaitkan dengan resistensi insulin.

3) Gestational Diabetes

Gestational diabetes sering mempengaruhi wanita selama kehamilan.Pada saat hamilsebagian wanita memiliki tingkat yang sangat tinggi dari glukosa dalam darah, dan tubuh mereka tidak mampu memproduksi insulin cukup untuk mengangkut semua glukosa ke sel-sel mereka, yang mengakibatkan semakin meningkatnya tingkat glukosa.

Diagnosis Gestational Diabetes Selama Kehamilan

Gejala Gestational diabetes dapat dikendalikan dengan latihan dan diet. Antara 10% sampai 20% dari mereka akan perlu untuk mengkonsumsi beberapa jenis obat untuk mengendalikan gula darah (harus sesuai dengan petunjuk dokter). Diabetes gestational terdiagnosis atau tidak terkendali dapat meningkatkan risiko komplikasi selama persalinan.

Para ilmuwan dari National Institutes of Health dan Harvard University menemukan bahwa perempuan yang diet sebelum menjadi hamil dengan lemak hewan dengan kolesterol yang tinggi memiliki risiko yang lebih tinggi untuk gestational diabetes, dibandingkan dengan mereka yang diet rendah lemak dan kolesterol.

Kejang Otot dan Penyebabnya

Otot kejang dan kram otot adalah kontraksi yang biasanya sangat menyakitkan secara tiba-tiba-. Ketika terjadi kontraksi daerah yang terkena kejang mengeras dan sangat menyakitkan. Sangat penting untuk melakukan peregangan guna menghentikan situasi ini.

Mengatasi Otot kejang

Penyebab Otot Kejang

Kram atau kejang otot biasanya terjadi pada situasi berikut:

  • Otot lelah
  • Pekerjaan yg terlalu keras
  • Dehidrasi
  • Pada kehamilan
  • Hipotiroid gondok
  • Gangguan-gangguan elektrolit darah (magnesium dan kalsium)
  • Alkoholisme
  • Masalah ginjal
  • Obat-obat tertentu untuk tekanan darah tinggi, kolesterol, dll.

Pengobatan Otot Kejang

Harus segera melakukan peregangan pada daerah otot yang terkena, biasanya dibantu oleh orang lain.Setelah di lakukan peregangan, istirahat untuk memijat daerah yang terkena Kram atau kejang otot.

Kolesistitis : Penyebab, Gejala, Diagnosa dan Pengobatan

Kolesistitis adalah penyakit yang sebabkan karena adanya peradangan pada kantong empedu yang menyebabkan sakit perut yang parah.

Penyebab Kolesistitis

Penyebab paling umum dari kolesistitis adalah adanya batu empedu atau batu kandung empedu. Hal ini mungkin juga disebabkan oleh infeksi bakteri karena konsumsi alkohol berlebihan sehingga terjadi penumpukan cairan empedu pada kantung empedu.

Adanya batu di kantong empedu dapat menyebabkan aliran empedu dari kantong empedu ke dalam saluran pencernaan menjadi terhambat.Hal ini bisa menyebabkan infeksi atau bahkan perforasi .

Kolesistitis

Gejala Kolesistitis

Kolesistitis biasanya menimbulkan rasa sakit/nyeri yang intens di kanan atas atau tengah perut. Rasa Nyeri biasanya tiba-tiba datang dan hilang, perut terasa kram, Kadang-kadang meluas ke bagian belakang atau di bawah tulang belikat dan biasanya bertambah buruk setelah makan makanan berlemak .

Gejala lain seperti:

– Perut terasa penuh
– Tinja berwarna orange/pucat
– Kelebihan gas pada perut
– Demam dapat terjadi
– Mulas
– Mual dan muntah
– Menguningnya kulit dan mata (jaundice)

Diagnosa Kolesistitis

Untuk mendiagnosa Kolesistitis membutuhkan perhatian yang berhubungan dengan Kesehatan dan sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala tersebut di atas apalagi setelah anda menkonsumsi makanan yang berlemak. Setelah gejala dijelaskan dalam eksplorasi perut tampaknya sangat sensitif bahkan untuk sentuhan di perut bagian kanan atas. Untuk mendapatkan diagnosa yang benar biasanya di lakukan Pemeriksaan fisik dan tes darah.

Pemeriksaan fisik berupa ; USG abdomen, CT scan perut, pemindaian (scan untuk melacak produksi dan aliran empedu) Dalam beberapa kasus akan memerlukan kolesistografi oral dan scan dari kantong empedu dengan kontras.

Kemudian akan ada sebuah penelitian darah dengan permintaan:
– Bilirubin
– Amilase dan lipase
– Hitungan darah lengkap
– Tes fungsi hati, GOT, GPT fosfatase, GammaGT, alkali

Pengobatan Kolesistitis

Penanganan dan pengobatan Kolesistitis dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya.Pengobatan langsung biasanya dengan pemberian intravena serum dengan antibiotik spektrum luas. Juga biasanya diberikan analgesik untuk nyeri, dan diet rendah lemak.

Kandidiasis : Definisi, Gejala, Penyebab, Pencegahan dan Pengobatan

Definisi Kandidiasis

Kandidiasis adalah merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh organisme jamur (ragi) yang disebut Candida albicans.

Gejala Kandidiasis

  • Abnormal keputihan, tebal, putih (seperti susu asam).
  • Vagina gatal dan luka.
  • Kemerahan pada vulva.
  • Nyeri saat buang air kecil.
  • Nyeri selama melakukan hubungan seksual.

Penyebab dan faktor risiko Kandidiasis

Candida albicans adalah jamur dimorfik yang mampu untuk tumbuh dalam dua bentuk yang berbeda. Mereka biasanya menghuni permukaan dan lapisan lendir tubuh manusia. Ini termasuk mulut, saluran pencernaan rongga vagina dll.Biasanya ditemukan dalam jumlah kecil di mulut, saluran vagina, pencernaan dan kulit.(sekitar 25% wanita memiliki organisme ini tanpa menimbulkan gejala).

Infeksi Jamur

Gejala kandidiasis muncul ketika jumlah jamur tumbuh dan melampaui keseimbangan dalam kaitannya dengan mikroorganisme lainnya yang biasanya ada di vagina. Jamur ini biasanya muncul setelah perawatan dengan antibiotik yang diresepkan untuk hal lain, karena antibiotik mengubah keseimbangan normal organisme dalam vagina. Penyakit ini juga dapat terjadi dalam hubungan dengan penyakit lain seperti diabetes, kehamilan, minum pil atau masalah yang mempengaruhi sistem kekebalan tubuh (AIDS atau HIV).

Gejala yang paling umum dari infeksi ini adalah gatal labial atau vagina (pruritus). Kadang-kadang ada cairan putih pada vagina. Pemeriksaan fisik akan menunjukkan peradangan vagina dan plak putih kering pada dinding vagina.

Kandidiasis vagina tidak dianggap sebagai penyakit menular seksual, tetapi 12 sampai 15% pria mengalami gejala gatal dan pada penis setelah melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi.

untuk infeksi yang tidak mengacu pada terapi atau berulang setelah perawatan, dapat menjadi tanda pertama atau setidaknya tanda bahwa individu terinfeksi HIV .

Wanita dan pria dengan HIV yang telah mengembangkan AIDS mungkin telah menyebar dari infeksi oleh jamur candida, termasuk kandidiasis oral (mulut), kandidiasis esofagus (dalam kerongkongan), dan kandidiasis kutan (kulit).Gejala biasanya menghilang sepenuhnya dengan perawatan yang memadai.

Pencegahan Kandidiasis

Hindari kelembaban berlebihan dalam celana dalam dan pembalut. Pakailah ukuran yang agak longgar. Cuci pakaian olahraga setelah digunakan.

Pengobatan Kandidiasis

Pengobatan dapat dilakukan sendiri dengan krim vagina miconazole atau clotrimazole. Persistent gejala harus dievaluasi oleh dokter kandungan.

Komplikasi

Adapun komplikasi kandidiasis yang bisa terjadi, antara lain :

  1. Rekurens atau infeksi berulang kandida pada kulit
  2. Infeksi pada kuku yang mungkin berubah menjadi bentuk yang aneh dan mungkin menginfeksi daerah di sekitar kuku
  3. Candidiasis tersebar pada tubuh yang kekebalan tubuhnya kurang
  4. Candida albicans yang bermetastase dapat menjalar ke esofagus, usus halus, usus besar dan anus. Infeksi sistemik lainnya berupa abses hati dan otak

Hubungi dokter jika Anda memiliki gejala jamur vagina. (Jika Anda yakin Anda bisa mengobati diri sendiri).Apabila gejala tidak mereda dengan pengobatan krim vagina yang dianjurkan segera hubungi dokter.
tags: Gejala kandidiasis, Pengobatan kandidiasis, Penyebab Kandidiasis